gemarang.desa.id - Bertempat di Dusun Ngadirejo Desa Gemarang, mahasiswa dan mahasiswi KKN Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggandeng Puskesmas Gemarang mengajak warga Dusun Ngadirejo untuk mempraktekkan pembuatan Biopori. Apa yang disebut Biopori ? Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk meningkatkan daya resap air serta menjadi tempat penguraian sampah organik secara alami oleh mikroorganisme dan fauna tanah, seperti cacing. Metode ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi genangan air dan mengurangi risiko banjir akibat pengelolaan lahan yang kurang tepat serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Manfaat Biopori yaitu : Meningkatkan penyerapan air, mengolah sampah organik menjadi kompos serta menyuburkan tanah. Dihadiri Kepala Desa Gemarang, Dra. Sunarni, M.Pd, kegiatan ini diawali dengan sosialisai tentang Biopori oleh Puskesmas Gemarang. Apa yang disebut Biopori, manfaat Biopori, dan bagaimana cara pembuatan biopori.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan praktek pembuatan biopori di lahan yang lapang di Dusun Ngadirejo dengan maksud adalah :
- Mengarahkan air hujan ke lubang biopori agar lebih cepat meresap, mengurangi genangan, dan membantu mengolah sampah organik menjadi kompos
- Menyerap air sekaligus mengubah sampah organik menjadi kompos yang menyuburkan tanah dan menjadi nutrisi bagi akar pohon
- Berfungsi sebagai tempat resapan air dan penghasil kompos alami yang dapat langsung dimanfaatkan oleh tanaman di sekitarnya
Dengan perlengkapan yang sudah disiapkan yaitu :
- Bor tanah biopori / linggis / sekop
- Pipa / galon / ember bekas berdiameter 10–15 cm dan panjang 10–20 cm
- Tutup casing biopori (tutup pipa, tutup galon, atau tutup ember bekas)
- Bor/Solder
- Cutter
- Air
- Sampah organic
Mahasiswa dan mahasiswi bersama-sama masyarakat mempraktekkan pembuatan biopori dilahan tersebut. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan tanya jawab proses pembuatan biopori.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan mulai mengelola sampah organik melalui lubang biopori. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi genangan air, meningkatkan resapan air ke dalam tanah, serta mengolah sampah organik menjadi lebih bermanfaat,” terang Aning Gunarni saat ditemui dalam kesempatan tersebut.
Hal ini mendapat sambutan positif dari warga masyarakat yang hadir. Dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari demi kesejahteraan saat ini maupun untuk generasi yang akan datang.
"Semangat dan bermanfaat